Articles by "Berita"

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan


bumdesmajumandiri.id - Sabtu  pagi (26/10/2019), BUMDes Maju Mandiri telah menerima kunjungan peserta study banding dari Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalangka, Kota Bandung, Jawa Barat bertempat di Kantor BUMDes Maju Mandiri.

Mereka adalah Kepala Desa, Perangkat Desa, Lembaga Desa, BPD dan Direktur BUMDes Desa Panenjoan yang berjumlah 35 orang.

Adapun maksud dan tujuan kedatangan sejumlah peserta study banding, terang Jojon Anugrah Ketua BPD Panenjoan, untuk menggali informasi tentang pengelolaan unit-unit usaha yang ada di BUMDes Maju Mandiri.

Kepala Desa Bejiharjo yang diwakili oleh Sekretaris Desa Bejiharjo, Eni Lestari dan Direktur BUMDes Maju Mandiri Sariyanta S.Pd menyampaikan paparan tentang profil Desa Bejiharjo dan Manajemen Pengelolaan BUMDes Maju Mandiri. 

Tak sekedar menerima paparan Direktur BUMDes Maju Mandiri saja, peserta juga diajak menuju lokasi di Padukuhan Banyubening 1 untuk melihat pengelolaan dan pengolahan TPS Ngudi Makmur yang menjadi salah satu unit usaha BUMDes Maju Mandiri.
Dari 12 Desa di Kecamatan Cicalengka sendiri sudah ada 5 desa yang melaksanakan study banding ke Bumdes Maju Mandiri Desa Bejiharjo hingga saat ini.


bumdesmajumandiri.id - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri berperan signifikan dalam mendongkrak pendapatan perekonomian masyarakat Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Memanfaatkan potensi alam, BUMDes tersebut menjadikan objek wisata Goa Pindul sebagai primadona wisatanya.

"BUMDes Maju Mandiri ini sudah berpenghasilan Rp 5,8 Milyar per tahun. Di Desa Bejiharjo ini BUMDes didorong untuk pengelolaan daerah wisata. Dana desa juga bisa digunakan untuk homestay. Kita bisa libatkan dunia usaha. Pemerintah berharap dana desa sebagai stimulus saja," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, usai meninjau BUMDes Maju Mandiri di Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat (25/5).

Saat mengunjungi langsung objek wisata Goa Pindul, Menteri Eko yakin wilayah tersebut akan mampu berkembang lebih pesat jika diperkuat dengan promosi yang lebih luas. Dirinya meminta agar pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat semakin sinergis membangun dan mempercantik kawasn wisata Goa Pindul.

"Tadi saya melihat Goa Pindul. Kalau bisa, destinasi-destinasi wisata seperti ini dipotret lalu dibuat artikel di Majalah Lion. Akan ada 50 juta orang yang melihat. Kalau 10% nya saja 5 juta, maka wisatawan akan melihat itu. Perbaiki situs-situs wisata, sediakan tempat sampah dan tempat makan yang lebih layak. Sarana ada, Bupati komit, lalu masyarakat kerja keras," sambungnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi sumber daya alam yang bagus. Dalam pendataannya, terdapat kawasan karst, pantai, dan gunung api purba. Ada pergeseran mata pencaharian bagi masyarakat Gunungkidul.

“Dulu masyarakatnya banyak bertani, saat ini bergeser mengelola pariwisata. Kini pariwisata menjadi motor penggerak pembangunan dan bersinergi dengan sektor lain. Memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, tentu ini meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” ujar Badingah.

Badingah mencontohkan Goa Pindul sebagai wisata susur gua di pedesaan yang mampu membangkitkan ekonomi lokal. Dirinya pun meyakini dengan adanya 80 BUMDes di Gunungkidul saat ini, potensi-potensi desa akan meningkat secara optimal.

"Setiap desa saya dorong untuk memiliki BUMDes. Hasil yang ada saat ini mampu mengurangi kemiskinan dari 23,2% menjadi 18,3% selama 3 tahun," ungkapnya.

BUMDes Maju Mandiri mulai mapan dan semakin berkembang sejak tahun 2016. Terdapat sejumlah unit usaha yang dikelola oleh BUMDes ini, yakni objek wisata Goa Pindul, pengelolaan sampah, pasar desa, usaha persewaan, dan simpan pinjam.

"Goa Pindul dikelola BUMDes bekerjasama dengan 11 kelompok sadar wisata dalam pelayanan wisatawan dan memperkerjakan 2.000 tenaga kerja. Kami juga mengolah sampah plastik menjadi biji plastik dan pupuk organik," ujar Direktur BUMDes Maju Mandiri, Saryanto.

Saryanto menambahkan, unit pengelolaan sampah dibangun menggunakan dana desa sebesar Rp 100 juta. Pihaknya kemudian bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada untuk pendampingan. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan BRI juga turut membantu memberikan bantuan mesin pengolah.

"BUMDes mampu mendorong ekonomi masyarakat desa baik itu dalam usaha atau kesempatan kerja. Dulu urbanisasi tinggi, kini urbanisasi akan bisa ditekan. BUMDes menjadi tempat bekerja masyarakat Desa Bejiharjo," pungkas Saryanto.


bumdesmajumandiri.id - Jumat (25/05/2018) Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengadakan kunjungan kerja di Desa Bejiharjo dalam rangka Implementasi Nota Kesepahaman BRI dan PT Lion Ekspres tentang pemanfaatan layanan dan jasa Lion Parcel untuk BUMDes binaan BRI.
Kegiatan kali ini diawali dengan peninjauan unit usaha BUMDes Maju Mandiri, yaitu ke unit usaha Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Ngudi Sampurno dan unit usaha Wisata Goa Pindul.
Selain menteri DPDTT, Eko Putro Sandjojo, hadir dalam kegiatan ini Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, Presiden Lion Group Edward Sirait, Dirut. Lion Parcel Varian Kirana, Dirut BRI Suparjanto, Kacab. BRI Wonosari Bowo Pratito, Camat Karangmojo beserta Muspika, Kepala Desa dan Perangkat Desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata Gunungkidul adalah pemberdayaan masyarakat. Badingah juga berharap dengan adanya kerjasama antara BRI dengan BUMDes bisa membuat manajemen baru yang maksimal dan membuat peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Di Gunungkidul sudah ada 80 BUMDes dengan berbagai jenis usaha salah satunya BUMDes Maju Mandiri dengan unit usaha wisata Goa Pindul yang telah masuk Geopark Internasional," imbuhnya.
Menteri DPDTT mengungkapkan dalam 6 tahun kedepan angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul akan hilang, apalagi dengan adanya kerjasama dengan BRI dan Lion Air. Dalam sambutannya beliau juga berpesan kepada Kepala Desa untuk tidak takut dalam mengelola Dana Desa.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan Lion Parcel kepada 5 peserta BUMDes, penyerahan bantuan Teras Nusantara Kluster wisata goa pindul yang diserahkan langsung oleh Dirut BRI dan diterima oleh Kepala Desa Bejiharjo, dan dilanjutkan penyerahan bantuan untuk BUMDes Maju Mandiri.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 350 tamu undangan dan berjalan tertib dan aman, semoga dengan adanya  kunjungan kerja oleh Bapak menteri akan meningkatkan semangat pelaku usaha dan juga pemerintah Desa Bejiharjo.


bumdesmajumandiri.id - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri berhasil menjadikan objek wisata Goa Pindul menjadi primadona bagi para wisatawan. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan ekonomi masyarakat Desa Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, yang sangat signifikan.

"BUMDes Maju Mandiri ini sudah berpenghasilan Rp 5,8 miliar per tahun. Di Desa Bejiharjo ini BUMDes didorong untuk pengelolaan daerah wisata. Dana desa juga bisa digunakan untuk homestay. Kita bisa libatkan dunia usaha. Pemerintah berharap dana desa sebagai stimulus saja," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai meninjau BUMDes Maju Mandiri di Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2018. 

Menteri Eko meyakini wilayah itu akan mampu berkembang lebih pesat jika diperkuat dengan promosi yang lebih luas. Karenanya, dia meminta agar pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, semakin sinergis membangun dan mempercantik kawasan wisata Goa Pindul.

"Tadi saya melihat Goa Pindul. Kalau bisa, destinasi-destinasi wisata seperti ini dipotret lalu dibuat artikel di Majalah Lion. Akan ada 50 juta orang yang melihat. Kalau 10 persennya saja sudah lima juta wisatawan akan melihat itu. Perbaiki situs-situs wisata, sediakan tempat sampah dan tempat makan yang lebih layak. Sarana ada, bupati komit, lalu masyarakat kerja keras," ucapnya. 

Sementara, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi sumber daya alam yang bagus. Dalam pendataannya, terdapat kawasan karst, pantai, dan gunung api purba. Ada pergeseran mata pencaharian bagi masyarakat Gunungkidul.

“Dulu masyarakatnya banyak bertani, saat ini bergeser mengelola pariwisata. Kini pariwisata menjadi motor penggerak pembangunan dan bersinergi dengan sektor lain. Memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, tentu ini meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” ujar Badingah.

Badingah mencontohkan Goa Pindul sebagai wisata susur gua di pedesaan yang mampu membangkitkan ekonomi lokal. Dia meyakini dengan adanya 80 BUMDes di Gunungkidul saat ini, potensi-potensi desa akan meningkat secara optimal. “Setiap desa saya dorong untuk memiliki BUMDes. Hasil yang ada saat ini, mampu mengurangi kemiskinan dari 23,2 persen menjadi 18,3 persen selama tiga tahun," tuturnya.

BUMDes Maju Mandiri mulai mapan dan semakin berkembang sejak tahun 2016. Terdapat sejumlah unit usaha yang dikelola oleh BUMDes ini, yakni objek wisata Goa Pindul, pengelolaan sampah, pasar desa, usaha persewaan, dan simpan pinjam.
"Goa Pindul dikelola BUMDes bekerja sama dengan 11 kelompok sadar wisata dalam pelayanan wisatawan dan mempekerjakan 2.000 tenaga kerja. Kami juga mengolah sampah plastik menjadi biji plastik dan pupuk organik," ujar Direktur BUMDes Maju Mandiri, Saryanto.

Saryanto menambahkan, unit pengelolaan sampah dibangun menggunakan dana desa sebesar Rp 100 juta. Pihaknya kemudian bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk pendampingan. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan BRI juga turut membantu memberikan bantuan mesin pengolah.

“BUMDes mampu mendorong ekonomi masyarakat desa, baik itu dalam usaha atau kesempatan kerja. Dulu urbanisasi tinggi, kini urbanisasi akan bisa ditekan. BUMDes menjadi tempat bekerja masyarakat Desa Bejiharjo,” kata Saryanto.



Rabu (28/03/2018) kemarin, BUMDes Maju Mandiri mengikuti Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2018 sekaligus peresmian gedung baru bantuan CSR BRI tahun anggaran 2017.

Beberapa poin penilaian seperti kelengkapan administrasi, program kerja  unit-unit usaha, kebersihan, dan sebagainya telah dipersiapkan.

Peresmian gedung baru BUMDes pun bertambah meriah dengan hadirnya beberapa pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Wonsari yang membagikan hadiah kepada warga masyarakat Bejiharjo yang datang.

Peresmian gedung ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Gunungkidul yang pada kesempatan ini diwakili oleh Bp. Sudjoko kepala PMD Gunungkidul dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti disaksikan oleh Bp. Hari Siaga Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta, Bp. Bowo Pratito Kepala BRI Cabang Wonosari, Bp. Yanto Kepala Desa Bejiharjo, Bp. Sariyanta Direktur BUMDes Maju Mandiri,  Bp. Bahron Rosyid ketua BPD Bejiharjo yang juga menjabat sebagai  Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul.

Dalam sambutannya Pinwil (Pimpinan Wilayah) BRI Yogyakarta, Bp. Hari Siaga menyampaikan bahwa bantuan gedung baru ini adalah bentuk kepedulian BRI kepada BUMDes.

“Ini baru tahap awal saja, masih banyak program CSR yang nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat Bejiharjo” ungkapnya.

Direktur BUMDes Maju Mandiri, Sariyanta selain mengucapkan terima kasih kepada BRI juga berharap gedung baru ini dapat dipergunakan oleh BUMDes Maju Mandiri secara maksimal, dapat memfasilitasi kegiatan Bumdes, BRILink, dan pada akhirnya akan mendorong kemajuan masyarakat Desa Bejiharjo.


Pagi ini, kamis (30/11/2017) BUMDes Maju Mandiri menyambut kedatangan peserta study banding dari Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Peserta study banding dari Desa Semanu ini terdiri dari unsur Perangkat Desa, BPD, dan BUMDes yang kebetulan baru dibentuk belum lama ini.

Ir. Edi Hertanto yang juga menjabat sebagai ketua BPD mengungkapkan bahwa Desa Semanu yang juga menjadi salah satu desa budaya memiliki potensi yang hampir sama dengan Bejiharjo hanya saja berbeda di sektor wisata alamnya. Beliau mempunyai gagasan ingin mengembangkan wisata kuliner.

Selain untuk berbagi ilmu, rombongan yang dipimpin oleh Ir. Edi Hertanto ini juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, khususnya di Bejiharjo. Banjir telah menerjang Dusun Bonjing (Gelaran I), Kemiri (Bulu), Dan Karanglor. Banjir juga menghanyutkan sebuah jembatan satu-satunya di bonjing dan membuat warga terisolir.

“Sebagai Badan Usaha Milik Desa, BUMDes Maju Mandiri telah menyalurkan bantuan kepada korban banjir terlebih kepada masyarakat Bonjing yang terputus akses jalan akibat hanyutnya jembatan” ujar direktur BUMDes Maju Mandiri, Sariyanta, S.Pd.

BUMDes Maju Mandiri juga melayangkan surat pemberitahuan kepada Operator-Operator Wisata untuk menutup sementara kegiatan wisata susur Goa Pindul dan rafting Sungai Oya sesuai instruksi Bupati dan Dinas Pariwisata Gunungkidul.

Desa Bejiharjo kini mulai menjadi pusat kunjungan belajar dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya dari instansi pemerintahan tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi seperti yang dilaksanakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Ratu Samban Bengkulu Utara pada Rabu (22/11/2017) pagi di Pendopo Kantor BUMDes Maju Mandiri.
Sebagai Desa Rujukan, Dekan Fakultas Fispol, Yuni Indah, M.Si memfokuskan pembelajaran pada 2 bidang, yakni administrasi keuangan desa dan managemen pengelolaan BUMDes untuk pengembangan di daerah Bengkulu Utara.
Bersama 20 mahasiswa Fispol, Ia inging menggali lebih jauh bagaimana pengelolaan Dana Desa yang akuntabel di Desa Bejiharjo.
Menanggapi maksud dan tujuan peserta study banding tersebut, Kepala Desa Bejiharjo menyampaikan penggunaan dan pengelolaan pendapatan Dana Desa dari APBN tahun 2017 sebesar Rp.1.160.200.000. Sebesar 39 persen dana tersebut digunakan dalam bidang pembangunan desa dan 61 persen untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam pengelolaan managemen BUMDes, Sariyanta menuturkan visi BUMDes untuk pemberdayaan masyarakat. Salah satu pengelolaan managemen yang terbesar adalah sektor pariwisata, yakni Goa Pindul.
Dijelaskan Sariyanta bahwa Goa Pindul adalah aset pemerintah daerah yang diberikan kepada Dinas Pariwisata untuk dikelola. Setelah berdirinya BUMDes, BUMDes dan Dispar menandatangani nota kesepakatan (MoU) pengelolaan Obyek Wisata Goa Pindul.
Sebagai legalitas hukum, BUMDes Maju Mandiri tellah mengantongi berbagai perijinan seperti AMDAL, UKL-UPL, TDUP Pariwisata Daya Tarik Wisata Tirta. Untuk melayani wisatawan pihaknya telah bekerjasama dengan 11 operator wisata/pokdarwis. Selain itu, BUMDes juga menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) pada masing-masing unit usaha.
Dari sekian materi yang diterima, Dani Iskandar mahasiswa prodi Ilmu Administrasi Negara Univ. Ratu Samban turut mengetahui cara BUMDes menarik invertor untuk bekerjasama melalui penyertaan modal sebesar 500 juta selama 4 tahun.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Kampung, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat melakukan kunjungan ke BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo, rabu siang (08/11/2017). Rombongan yang berjumlah 11 orang tersebut  juga didampingi Balai PMD DIY.

Kedatangan rombongan disambut hangat Kepala Desa Bejiharjo, Yanto, Direktur BUMdes Maju Mandiri, Sariyanta, S.Pd., dan  Jumiya selaku Pengawas BUMDes, serta  seluruh Pengelola Operasional BUMDes.

Ketua rombongan study banding, Alberthina Kiam menyampaikan bahwa Kabupaten Teluk Wondama sebagian kecil sudah membentuk BUMDes  namun belum maksimal. Maka dari itu ia beserta rombongan melakukan study banding ke BUMDes yang ada di Bejiharjo ini.

Yanto dalam sambutannya menyampaikan profil Desa Bejiharjo terkait Pendapatan Asli Desa (PADes) serta penggunaan Dana Desa (DD) yang telah masuk ke pemerintah desa.

Direktur Bumdes, sariyanta, S.Pd juga menyerahkan CD materi study banding serta memberikan sedikit Profil BUMDes dan proses awal pendirian  BUMDes. “ BUMDes disamping mencari provit juga tetap mengutamakan pemberdayaan masyarakat” imbuhya.

Sebelum rombongan pamit, Alberthina berharap acara ini dapat memotivasi peserta study banding dan semoga tahun berikutnya bisa mengirimkan peserta  dari BUMDes yang ada di Papua untuk belajar langsung kepada BUMDes Maju Mandiri.


Sabtu, 21 Oktober 2017 BUMDes Maju Mandiri menerima kunjungan dari Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kunjungan dalam rangka study banding ini terdiri dari Muspika beserta Pemerintah Desa bekerjasama dengan PT. Antam Unit Usaha Emas (PONGKOR) sebagai wujud untuk memberikan kontribusi kepada Kecamatan Nanggung karena berakhirnya kontrak  PT. Antam Unit Usaha Emas (PONGKOR) pada tahun 2021 mendatang.

Kunjungan disambut langsung oleh kepala Desa Bejiharjo, Yanto , Direktur BUMDes Maju Mandiri, Sariyanta, S.Pd., dan Pengawas, serta Pelaksana Operasional BUMDes Maju Mandiri. Camat Nanggung, Muliadi menyampaikan tujuan kunjungan ke BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta untuk sharing mengenai pembentukan BUMDes di Desa Bejiharjo.

“Saat ini di Kecamatan Nanggung akan mendirikan BUMDes bersama, yang terdiri dari 11 Desa diantaranya Desa Curug Batang, Batu Tulis, Bantar Karet, Suka Luyu, Cisarua, dan lainnya yang masing-masing memiliki potensi tersendiri. Maka dari itu kami mohon untuk diberikan masukan tentang bagaimana cara pendirian BUMDes” ujar Muliadi.

Tak ketinggalan juga para peserta studi banding mencoba wisata unggulan Desa Bejiharjo yaitu Goa Pindul.


bumdesmajumandiri.id - Setelah terbentuknya Pengurus BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo pada Rabu (03/05/2017) yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Kepala Desa Bejiharjo Nomor 22/KPTS/2017 tentang Susunan Pengurus BUMDes Maju Mandiri, Minggu (21/05/2017) pukul 10.00 Bupati Gunungkidul, Hj. Badingan S.Sos melaunching BUMDes Maju Mandiri di Balai Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo.

Turut hadir dalam launching tersebut Kapolres Gunungkidul AKBP M. Arif Sugiharto SIK MPP, Sekda Gunungkidul Ir. Drajad Ruswandono MT, Asek II Ir. Aznam Latief, Kepala Dinas Pariwisata Drs. Saryanto, Sekdin Pariwisata Antonius Hari Sukmono ST, Camat Karangmojo Drs. Wastana, Kapolsek Karangmojo Kompol Iriyanto SIP, Kepala Desa Bejiharjo, Pengurus BPD Desa Bejiharjo, Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Pengurus BUMDes terlantik serta para tokoh Desa Bejiharjo.
Kepala Desa Bejiharjo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang telah memenuhi undangan peresmian atau Launching BUMDes Maju Mandiri pada hari ini. Iya menyampaiakan bahwa dalam tahun pertama ini ada 5 unit usaha yang akan dikelola BUMDes Maju Mandiri. “Unit usaha yang akan dikelola Pengolahan Sampah, Pengellolaan Pasar, Simpan Pinjam, Persewaan dan EO dan Pariwisata,” ungkap Yanto.
Yanto meminta doa restu pada tamu undangan dan memohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar BUMDes Maju Mandiri dapat mensejahterakan warga masyarakat Desa Bejiharjo serta dapat meningkatkan dan meratakan pendapat desa bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa giat peremsian BUMDes ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan serta untuk memperoleh hasil dan mencegah terjadinya permasalahan di Desa Bejiharjo. Badingah juga mengapresiasi terbentuknya BUMDes ini.
“Saya berapreasi telah terbentuk BUMdes Maju Mandiri yang memiliki 5 Unit kerja yang berusaha memberikan kesejahteraan,” ungkapnya.
Ia meminta unit usaha pariwisata agar segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait dan meminta untuk legowo mendukung BUMDes Maju Mandiri.
“Pindul itu ladang emas warga Bejiharjo karena tidak membuat, maka haris kita kelola dengan baik dan itu merupakan berkah, tapi kalau kita tidak bisa bersyukur maka akan terjadi petaka,” imbuh Badingah. Ia mengajak kepada semua tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama berstau dan mendukung program BUMDes.
Setelah acara peresmian BUMDes selesai, Bupati Gunungkidul bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta tamu undangan menuju Kantor Sementara BUMDes Maju Mandiri yang menggunakan Balai Budaya Desa Bejiharjo sebelah utara Puskesmas Karangmojo II.
Secara simbolis Bupati Gunungkidul meresmikan BUMDes Maju Mandiri dengan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan meninjau ruang dan perlengkapan Kantor BUMDes Maju Mandiri Desa Bejiharjo.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.